Ethiopian Cargo Bayar Biaya Parkir Rp 22 Juta di Bandara Hang Nadim

Ethiopian Cargo Bayar Biaya Parkir Rp 22 Juta di Bandara Hang Nadim

Pesawat Kargo Ethiopian Airline ET AVN jenis Boeing B777 F60 akhirnya meninggalkan Batam, Kamis (17/1/2019) pukul 14.00, setelah 3 hari diperiksa TNI AU dan Kemenhub. Pesawat yang di Force Down oleh dua pesawat tempur F-16 milik TNI AU karena pelanggaran wilayah ini, diizinkan meninggalkan Indonesia setelah menyelesaikan dokumen Flight Clerancenya.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan. Secara administrasi, tidak ada masalah,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan, Kamis (17/1).

Ia mengatakan pihak Kemenhub sejak Selasa (15/1) telah mengirimkan inspektur (bagian inspeksi persyaratan administrasi). Dan Rabu (16/1) malam pemeriksaan terhadap 6 orang pilot beserta krunya telah diselesaikan, begitu juga dengan pemeriksaan dokumen.

Dari hasil pemeriksaan ini, Hengki mengatakan tidak ada permasalahan atau problem administrasi. “Secara administrasi clear,” tuturnya.

Lalu kenapa di force down, dan disebut-sebut pesawat ini tidak memiliki izin melalui wilayah Indonesia? Hengki mengatakan ranah Kemenhub hanyalah di pemeriksaan administrasi saja. “Kalau itu masalah kedaulatan, wewenangnya TNI AU. Pelanggaran (wilayah) itu urusan kedaulatan (TNI AU),” ucapnya.

Ia mengatakan dari informasi didapatnya, Kementrian Pertahanan sudah mengeluarkan security clearance, lalu Kementerian Luar Negeri sudah mengeluarkan Diplomatik Clearance dan dari Kementerian Perhubungan mengeluarkan izin Flight Approval.

“Bisa saya katakan, pengecekan sudah tuntas dilakukan di kami (Kemenhub),” ungkapnya.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso membenarkan pesawat Ethiopia Airlines diperbolehkan berangkat meninggalkan Batam. Pesawat yang membawa mesin pesawat ini, rencananya akan terbang menuju Singapura.

“Keputusan ini diambil, setelah rapat dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Suwarso mengatakan sanksi diberikan terhadap pesawat tersebut belum dikeluarkan. “Nanti menyusul,” ucapnya.

Selama tiga hari di Bandara Internasional Hang Nadim, Suwarso mengatakan biaya parkir pesawat tersebut sebesar Rp 22juta.

“Seharinya itu Rp 5,8juta,” pungkasnya. (ska)

Sumber: Batam Pos

Leave a Reply